images

” Sayang…”

Sebuah kata yang sering kita dengar dan kita ucapkan kepada seseorang yang sudah kita kenal. Kata “sayang” dapat diungkapkan kepada saudara, Ayah, Ibu, teman, pacar, suami/istri, dan anak. Saat ini yang ingin saya bahas adalah “sayang seorang ibu kepada anak.”

Kebetulan saya adalah seseorang yang tidak mendapatkan kasih sayang seorang Ibu secara utuh pada waktu kecil, tetapi saya tidak ingin membahas kenapa dan bagaimana, karena yang penting buat saya adalah saya ada dan dapat berdiri sampai saat ini adalah karena Ibu saya sayang kepada saya. Saya adalah seorang wanita yang bisa dibilang bahagia karena sudah dikaruniai oleh Tuhan dua(2) anak-anak yang lucu, pintar, sehat, cantik dan ganteng dan pastinya mereka juga sayang kepada saya.

Tahukah anda bahwa daya pikir anak-anak jaman sekarang adalah lebih maju daripada daya pikir waktu saya dulu masih anak-anak? Ya.., itu semua juga karena didukung oleh perkembangan tehnologi yang berkembang semakin pesat setiap waktu, yang mempengaruhi pengetahuan anak-anak sekarang ini. Makanya wahai ibu (bagi yang sudah menjadi ibu-ibu), mulai sekarang amatilah dan lebih memperhatikan perkembangan anak kita, apa yang anak kita butuhkan, dan apa yang harus di hindarkan dari anak-anak kita. Jangan karena kita sayang, bahkan terlalu sayang dengan anak-anak kita, maka setiap apa yang diminta anak kita, harus selalu kita turutin.

Seperti hal nya saya, setiap saya pulang ke Jogja, bertemu dengan anak-anak saya, mereka pasti meminta untuk di belikan sesuatu oleh saya, seperti: mainan, baju, dll. Karena saya sayang kepada anak-anak saya maka saya turutin apa yang mereka minta selama uang di ATM masih ada.., hihi. Sampai suatu hari, si Dedek minta mainan padahal baru kemarin beli mainan juga, dengan singkat saya bilang “uang Bunda abis nak…”, karena si Dedek sering ikut masuk ke ruangan mesin ATM dan melihat bundanya ambil uang lewat ATM, maka jawaban Dedek adalah “kan tinggal masukin kartu Bun, Bunda masih punya kartu kan?trus kan nanti keluar uangnya..” Bingung tuh dengar jawaban si Dedek, anak usia 3 th saja sudah tahu ATM, apalagi sudah sekolah nanti, “MIKIR…” Yang bikin sedih adalah bukan masalah kartu dimasukkan ke mesinnya saja, tetapi kalau sudah tidak ada saldo, dan harus diisi lagi uang di Bank, itu yang buat si Dedek belum mengerti. Kembali lagi kita sebagai orang tua, bukannya tidak sayang kepada anak, tapi anak-anak jaman sekarang susah di boongin.

Terlepas dari permintaan si kecil, waktu saya mau berangkat kembali ke Jakarta, anak saya yang paling besar berkata”anaknya ko ditinggal-tinggal..”, saya mendengar kalimat tersebut langsung ketawa, aduh anak sekarang pintar ngomong semua ya… Si Dedek pun ga mau kalah, dia bilang “Bunda ga boleh pergi kerja lagi, di rumah aja kerja di warung.” Spontan saya tanya ke Dedek, “warunge sapa Dek” sembari ketawa juga. Jawabannya si Dedek pun enteng “ya Bunda buka warung aja di rumah.”

Saya sebagai orang tua pun jadi “MIKIR.”

Mungkin itu sebenarnya bentuk sayang anak-anak kepada saya, tidak ingin jauh dari Bundanya. Begitu pun juga saya, saya juga sayang kepada anak-anak, tetapi semuanya itu pun akhirnya bisa diatasi dengan penjelasan dengan rasa sayang kepada anak-anak, sehingga mereka mengerti bahwa Bunda nya ini pun kerja cari uang juga untuk mereka.

Akhir kata, saya ingin menyimpulkan bahwa “sayang” yang di maksud dalam hubungan Ibu dan anak sangat luas, tetapi hubungan seorang Ibu dan anak sangat erat, kasih sayang seorang Ibu sangat mempengaruhi pertumbuhan emosional si anak, dimanapun Ibu berada, usahakan kita selalu ada buat mereka di saat mereka membutuhkan kasih sayang kita.

Harapan saya sebagai Ibu, mereka kelak menjadi orang hebat, melebihi apa yang saya capai saat ini, tetap sayang terhadap saya, meskipun nanti saya sudah tua dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi buat mereka. Dan saya ingin mereka nanti tahu, bahwa saya juga sangat menyayangi mereka sampai saya menutup mata.

Semoga artikel ini bisa untuk bahan sharing bagi kita kaum Ibu-Ibu.

Salam Sayang dari Bunda buat kalian di Jogja. Dan Salam MIKIR buat kalian pembaca.

 

by: asieh